Matahari yang gerhana

Matahari yang Gerhana

Kau merindui pelangi bukan?
Maka jangan menyerah pada gelap yang menelanmu lahap
ingatlah, ada pipit kecil yang sedang kau ajari mengepakkan sayap
Agar tak lagi rapuh melintasi bentangan alam raya
Untuk kembali pulang berdendang, sebagai  pemujaan kehadiran pelangi

ingatlah kembali
kau sedang sibuk memute melati sanggul menantu dalam hitungan ruas jemari waktu
"Itu membahagia, harta ... " Kalimatmu
Lalu kenapa badai meresah, mengabarkan kelelahanmu?
Jikapun saat ini gelap, bukanlah usai
Kembalilah dari seribu gerhana, kembalilah dengan petuah dari Tuhanmu
Lalu sampaikanlah pada pipit kecilmu
Kembali sabdakan,
Petuah tentang akar, pohon dan daun yang membumi
Petuah Tentang tak ada kepemilikan
Karena meski sering didengar
Nyatanya dada dada itu tak cukup melapang dari isyarat malaikat,
Belum
Seperti petuahmu

Selalu ada air mata yang menghujan, risau memahami
bibir bergetar bersama sepasang tangan menengadah seribu satu do'a, menukar dengan namamu 
Kau harus tahu, itu sebuah permintaan...

Bersama meminta sumringah pada wajahmu; Matahari

Taiwan, 29 april 2015.

*untuk Bapak, sebelum beliau menghadap-Nya

0 Response to "Matahari yang gerhana"