Hanya Suminih seorang tki, bukan R.A Kartini

Kau terlahir dari isak tangis si kecil yang merengek minta tete,
 sebab air susumu kering terkuras kemiskinan
Bukan dari garis darah keturunan priayi

Di tengah musim gersang yang tak pernah usai 
Di negerimu yang lucu penuh badut
Darahmu bukan biru, merah membara
Berani!
Melangkahi lautan pembatas tanah kelahiran
Seribu tekad kau kantongi sebagai bekal
Karena bagimu ujung pena tlah tumpul menuliskan abjad 
Meski hanya mencatat kata sederhana "cita-cita"

Tapi belum gelap katamu, 
selagi fajar masih menyumbul dibalik negeri beton 
Itu sebab kau dielukan tapi tak dihargai
Meski keringatmu menjadi pundi negeri

kau,
hanya Suminih, seorang tki
 bukan R.A Kartini


Dan lagi- lagi kabar duka darimu masih terbaca
Di edaran surat kabar yang tak pernah tercetak
Nyawamu meregang dipelataran gedung mewah sang Taipan
Diujung mata pisau dan tali gantung penjagal nasib
martabatmu termutilasi

Ini berita duka nyata,
Tapi apakah juga menjadi kabar duka mereka?
;Tuan berdasi.

Sudut kamar icu di Rs Taiwan, 21 April 2016
:dedikasi untuk teman seperjuangan TKW Indonesia


0 Response to "Hanya Suminih seorang tki, bukan R.A Kartini"