Sehari yang Random

Sudah beberapa ini hari saya absen belajar nulis random(aaiihh.. dasar males!) >_<.
Eh,ngomongin soal random, liburan kemarin saya juga feeling random. Nggak jelas begitulah, antara kesel, senang, kecewa, bangga luar biasa, tapi juga terselip perasaan bersalah.
Senang plus kecewanya karena hari minggu kemarin itu tetep dikasih libur juga, meskipun diawali dengan sedikit salah paham antara bos dan saya perihal jadwal libur . Padahal saya sudah jauh-jauh hari meminta ijin padanya dan waktu itu beliau pun sudah mengijinkannya. Namun entah karena lupa atau apa dia tidak memasukan jadwal libur saya (padahal saya  cuma dapat jatah 1kali dalam sebulan) pada catatan agenda hariannya. Tapi, biasalah… karena Beliau atasan dan saya cuma bawahanya maka undang-undang bahwa atasan tidak pernah salah itu berlaku keras untuk kaum buruh seperti saya,lalu dengan sedikit argumen dan mungkin rasa kasihan karena saya bilang sudah terlanjur beli tiket kereta jauh-jauh hari , si bos pun mengijinkan dengan ke-tidak-ikhlasanya. >:{
Bangganya adalah saya bisa berteman dan berkumpul  bersama dengan orang-orang yang luar biasa. Sebenarnya sih orang-orangnya sangat biasa, karena mereka bukan dari golongan intelek atau pelajar, mereka sama seperti saya, Buruh Migran Indonesia. Tapi cita-cita  dan ketulusan hati mereka yang luar biasa. Mereka ingin mendirikan pondok baca gratis di beberapa tempat di daerah negeri tercinta, bergerak saling bahu membahu mewujudkan impian  ini. Selain untuk mengjadiri acara tersebut, juga menemui saudara saya, yang sebelumnya sudah janjian akan ketemu di Aula Taipe main station. Sepanjang perjalanan saya kerap dibuat tertawa oleh cerita-cerita kepo keponakan saya yang kebetulan ikut pergi bareng. Ada saja yang  curhatanya yang menurut saya "aneh" :D
Meski sedikit terlambat(karena jarak tempuh yang jauh) di tempat acara, tapi tidak mengurangi keseruan kebersamaan dengan mereka. Oiya, sedikit bocoran, ternyata acara yang diprakarsai oleh Mr. Chang di perpustakaan empat bahasa miliknya itu diliput banyak media lokal Taiwan,lho (ciyeee jadi seleb nih ye :D).
Acara yang dimulai sejak jam 10 pagi itu berjalan lancar hingga jam 2 siang. Namun karena terjebak hujan hingga sore, alhasil saya tidak bisa menemui saudara saya yang menunggu di aula. Duuh kasian, maafin ya :(

0 Response to "Sehari yang Random"