Judul buku : AROMA RINDU cerita dari tanah rantau
Pengarang : Forum Lingkar Pena Taiwan
Penerbit : FLP publishing
Tahun terbit. : 2015
Jumlah halaman :v+ 178 halaman
Buku kumpulan cerpen bertajuk AROMA RINDU ini, menyajikan 16 buah cerpen karya kawan-kawan Buruh migran dan mahasiswa Indonesia di Taiwan yang bernaung dalam Forum Lingkar Pena(FLP) Taiwan, plus 2 cerpen dari 2 penulis kenamaan yaitu, Pipit senja dan Fanny j. Pyok.
Melalui buku ini, kawan –kawan kita dari Flp mencoba mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat bagaimana lingkungan kerja dan sosial yang mereka hadapi.
Seperti, Erin cipta yang menuturkan kesabaran seorang Nurwati yang harus menahan kerinduan pada anaknya yang terpisah jarak ribuan mil jauhnya. Lalu, ada Justto lasso dalam kisah percintaanya yang tragis bersama seorang tenaga kerja kaburan. Dan, ada Menur Lestari juga yang mengungkap kisah Misteri Kapal Liang Hsing no. 13, serta masih banyak lagi cerpen-cerpen lainnya, yang mungkin membuat kita sejenak menarik nafas panjang, atau mungkin berkata pada diri sendiri, “Bersyukur... nasibku masih lebih baik dari mereka.”
Banyak kisah yang menginspirasi, nilai-nila moral yang bisa diambil dan kita contoh.
Meski cerpen-cerpen dalam buku AROMA RINDU ini ditulis secara sederhana dari kisah-kisah yang sederhana pula. Namun, di situlah letak kekuatan buku ini. Karena meski dikategorikan dalam buku fiksi tetapi, kisahnya banyak diambil dari kejadian yang benar ada dan dialami oleh banyak perantau di Taiwan. Kisah-kisah yang sering terjadi disekitar kita, atau mungkin kita sendiri mengalaminya.
Dan jika ada kelebihan, maka layaknya seperti buku lain. Buku AROMA RINDU, antologi cerpen dari Forum Lingkar Pena(FLP) Taiwan ini juga memiliki beberapa kekurangan, Seperti dalam penyusunan dalam daftar isi, seharusnya hanya menyebutkan 16 cerpen saja yang di kategorikan dalam karya FLP, lalu sertakan keterangan plus atau bonus 2 cerpen dari penulis kenamaan, yaitu Pipit senja dan Fanny j. Pyok. Karena selain dua penulis itu juga bukan anggota Flp dari Taiwan, juga 2 cerpen mereka tidak mengambil latar di Taiwan sebagaimana kesesuaian dari tema buku ini yaitu'cerita dari tanah rantau Taiwan'. Sehingga pembaca tahu ada 2 cerpen yang ditulis oleh 2 penulis senior yang mungkin disitu berperan sebagai pengasuh dari Forum Lingkar Pena (FLP) ini. Selain itu juga masih ditemukan beberapa EYD yang salah, serta konflik yang kurang tajam di beberapa cerpennya (red-kesan ceritanya datar). Mungkin ini juga kelemahan yang sama dan lumrah yang bisa ditemukan pada beberapa buku antologi lainnya seperti pada buku ini. Dikarenakan terdiri dari banyak penulis dengan karakter kemampuan yang berbeda-beda.
Namun di balik itu semua buku AROMA RINDU antologi cerpen dari Forum Lingkar Pena Taiwan,yang di bandrol harga 300nt$ ini, layak kita baca agar lebih mengenal bagaimana kerasnya perjuangan BMI dalam kesederhanaan di tanah rantau Taiwan atau mungkin negara lain yang serupa, demi mewujudkan sebuah mimpi dengan keikhlasan, ketabahan, cinta dan rindu.(nc)


0 Response to "Resensi buku AROMA RINDU"